Sabtu, 27 April 2013

PKB Sampaikan Kesiapannya Usung Rhoma Irama Jadi Capres 2014

BERITA TERKINI, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Helmy Faisal Zaini membenarkan adanya pertemuan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Raja Dangdut, Rhoma Irama.
"Benar, tadi ketemuan jam satu siang," ujar Helmy saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (2/12/2012). Helmy adalah satu dari sekian pengurus DPP PKB yang ikut pertemuan di restoran Al Jazirah, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Dalam pertemuan itu, PKB membenarkan kesiapannya mengusung Rhoma sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum Presiden 2014. Namun, PKB masih perlu melakukan pembicaraan lanjutan terkait pencapresan Rhoma ini.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Abdul Malik Haramain ditemui di Galeri Cafe, TIM, Jakarta, mengakui semua warga negara berhak mengajukan diri sebagai capres lewat partai yang didirikan almarhum KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

"Saya usulkan PKB besok, memakai mekanisme konvensi. Kelebihannya, hasil konvensi ini bisa mengukur soal elektabilitas, popularitas, potensi dan sebagainya," ujar Malik yang juga Ketua Panitia Kerja DPR RI dalam RUU Organisasi Masyarakat.

Anggota Komisi II DPR RI ini mengakui, jika konvensi yang dipilih, maslahatnya lebih banyak ketimbang mudhorotnya (efek negatif). Karenanya, mekanisme penjaringan capres yang bakal dibahas, mengarah pada konvensi, tapi beda seperti dari partai lain.

Malik mengistilahkan, konvensi yang dipakai PKB selama ini di setiap pilkada dengan Musyawarah Kebangkitan Bangsa. Dalam forum ini, PKB tidak membatasi siapa yang berhak mengikuti Muskib, karena semua orang di luar partai boleh mendaftar
"Hasilnya skooring akan dibawa ke DPP. Muskib ini tidak lain dan tidak beda dalam bentuk lain. Kalau penjaringan presiden memakai forum ini sudah lazim dipakai. Peserta konvensi dari internal dan eksternal yakni partai lain, birokrat, artis, kalangan profesional," terangnya.

Masih kata Malik, skoring dalam konvensi, pertama, aspek moralitas, kedua, faktor kompetensi dan pengalaman, ketiga, faktor popularitas, keempat, faktor elektabilitas. Biasanya, sosialisasi dilakukan enam bulan sebelum digelar konvensi.

"Menurut pengalaman banyak yang daftar dalam konvensi, kecuali calon atau figur yang sudah daftar ke partai lain. PKB sudah biasa menjaring pimpinan daerah lain. Ini bisa diterapkan dalam DPP yang mengundang semua cabang, DPW dan lainnya," tambah Malik.

Sehingga sejumlah nama yang muncul seperti Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, dan lainnya akan digodok lebih serius dalam forum ini. Tak menutup kemungkinan, PKB juga terus menggalang komunikasi dengan sejumlah nama yang sudah tegas maju sebagai capres.

Selain syarat umum tersebut di atas, kata Malik, dalam forum itu juga mengajukan syarat khusus kepada capres seperti kandidat harus clear dari masalah hukum. Karena jika kandidat tersandung masalah hukum, jelas kredibilitasnya di mata publik akan diragukan.

Sumber : Yahoo.com