Sabtu, 20 April 2013

Pasca Bom Boston, Warga AS Lebih Takut Sesamanya Ketimbang Teroris


Warga AS yang berduka melakukan doa bersama Rabu (17/4) di Balai Kota Boston, Massachussets untuk para korban ledakan pada Marathon Boston

BERITA TERKINI, NEW YORK---Sebagian besar warga Amerika Serikat melihat ancaman terbesar terhadap keselamatan publik datang dari aksi-aksi kekerasan secara acak yang dilakukan sesama orang Amerika dibandingkan terorisme asing, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan dua hari sejak pemboman Marathon Boston.

Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa orang Amerika merasa hidup dalam bahaya menyusul serangkaian serangan sejak Juli tahun lalu: Di sebuah bioskop di Colorado, di sebuah kuil Sikh di Wisconsin, di sebuah sekolah dasar Connecticut dan sekarang di Marathon Boston seperti dilansir situs voa.

Saat ditanya peristiwa mana yang merupakan ancaman terbesar terhadap keselamatan masyarakat Amerika secara umum, 56 responden mengatakan tindak kekerasan yang acak, seperti penembakan massal yang dilakukan warga Amerika; 32 persen mengatakan terorisme asing yang dilakukan oleh warga non-Amerika; dan 13 persen mengatakan terorisme domestik yang dimotivasi oleh alasan politik atau agama yang dilakukan oleh warga Amerika.

Hampir dua per tiga responden mengatakan mereka yakin sebuah insiden seperti Marathon Boston dapat terjadi di wilayah mereka. Sebanyak 42 persen responden mengatakan insiden Boston meningkatkan rasa ngeri mereka akan keselamatan diri dan keluarga.

Sumber: Republika.online